Sebuah Pengorbanan


Akhirnya bisa update blog lagi yang jarang ditengok ini.. hihihi. Hwaaaahh rasanya gimana gitu pengen nulis yang sekarang ini. Ada kaitannya dengan yang terjadi beberapa hari belakang ini, jadi agak canggung gimana ya cara maparinnya. Yaudahlah gimana nanti hasilnya ajalah, yang penting udah berusaha berbagi.. 😀

Pengalaman beberapa hari belakangan ini udah ngasih banyak pelajaran, terutama dalam hal Pengorbanan. Ya pengorbanan, yang baru-baru ini dirasain, rasanya tuh campur aduk, seneng, sedih (terharu), bingung, bangga, tersanjung bahkan sampe parno juga lho.. Pengorbanan disini akan dipaparin lebih luas aja kali ya, biar bisa lebih dimaknai bukan hanya terbatas satu atau dua orang aja tapi bisa untuk orang banyak.

Pernah tau bagaimana pengorbanan tentang seorang Ibu, Bapak, Sahabat, Pacar kepada orang-orang yang mereka sayangi atau mereka cintai? Demi yang mereka sayangi, seorang Ibu rela berkorban demi anak-anaknya yang sudah pasti kita tau bentuk pengorbanan detailnya seperti apa, Bapak yang berkorban dengan kerja keras untuk menghidupi keluarganya, begitu pula dengan sahabat atau pacar yang rela berkorban demi orang yang mereka cintai. Begitu indah pengorbanan yang telah mereka lalukan meski dengan bersusah payah ataupun harus mengeluarkan keringat darah sekalipun (lebay, hehe). Tapi dari semua pengorbanan yang sudah ada dan dapat kita temui dikehidupan sehari-hari, ada satu pengorbanan yang menurutku cukup luar biasa maknanya. Seseorang rela berkorban dan berusaha menunjukkan rasa yang seharusnya memang tidak pantas untuk ditunjukkan karena terbentur dengan kondisi dan keadaan yang ada, tapi tetap berusaha memberikan pengorbanannya agar yang diberi perhatiannya itu terjaga dari segala macam kesulitan bahkan jalan yang salah. Pengorbanannya telah melebihi pengorbanannya dari apa yang seharusnya ia korbankan dan untuk siapa ia harus berkorban. Ia tidak ingin orang yang disayanginya terjeblos kedalam kesalahan lain yang mungkin pernah dialaminya dan ingin memastikan sampai suatu saat yang tepat akan datang pada waktunya. Apapun yang telah ia korbankan dari dirinya bahkan dari orang lain dan dengan kejujurannya selama ini semoga dapat membuahkan hasil yang baik sesuai dengan niat baik pula yang pada awalnya… 🙂

Iklan
Categories: aku, berbagi, cerita, mereka | Tag: , , | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “Sebuah Pengorbanan

  1. lakukanlah sesuai dengan yang diinginkan hatimu

    n_n semangat ndut ^_^ aku padamu lah

  2. Abed Saragih

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

  3. lakukan apa yang bisa dilakukan 🙂

  4. do according to your heart’s as hard as any

    hopefully someday will come to you what you want

  5. Abed Saragih

    Pengorbanan adalah hal segalanya… 🙂

  6. jadi yang jadi intinya pengorbanan orang tua atau pacar nih?
    hehehe

  7. Hidup itu perlu pengorbanan, semua apa saja di dunia ini tidak dapat kita nikmati tanpa adanya sebuah pengorbanan

  8. Dan pengorbanan memberi kepuasan batin yang indah, bukan? Ah, saya sering berkorban juga 🙂

  9. karepmu lah hahahahhaa……… :mrgreen: *copot sendal tenteng galon, lariiii*

    cukup ikuti kata hati, mana yang menurut hati benar, do it 🙂

    -Salam Hangat-

  10. Pengorbanan kita pasti terbayarkan, kok. 🙂

  11. Ping-balik: Ayda Chubby

  12. Pengorbanan adalah nyawa kehidupan.
    ketika enggan untuk berkorban maka seseorang layaknya mayat hidup. lol,.,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: