Posts Tagged With: kesalahan

Hilang….


 

Kehilangan

Lost

Dulu tak terpikirkan, tapi kini selalu menjadi alasan untuk dipikirkan. Dulu juga tak pernah memperhatikan, tapi kini menjadi perhatian utama. Ibarat kata, lain dulu lain sekarang. Apapun itu pasti ada sebuah alasan yang kuat mengapa dulu dan kini menjadi sangat berbeda. Tapi hanya yang berhati putih yang bisa mengerti akan kondisi seperti itu dan memaklumi kekurangan manusia akan yang namanya kesadaran timbul setelah kejadian.

Apabila ada seorang yang mungkin secara tidak sadar, terasingkan atau kurang diperhatikan dari sudut pandangnya, mungkin saat itu orang tersebut sedang ada fokus di tempat lain dimana dirimu tidak terlihat olehnya walaupun sebenarnya ada.  Seseorang itu sangat fokus akan apa yang saat itu ia hadapi didepannya tanpa melihat ada sisi lain disamping atau disekelilingnya. Yang dapat dilakukan seharusnya memiliki hati yang putih tadi saja, memaklumi keadaan yang saat itu sedang terjadi. Karna bagaimanapun kamu tidak akan bisa memaksa orang lain untuk fokus terhadapmu disaat yang bersamaan. Sebenarnya, justru itu menunjukkan kualitas dari seseorang akan sesuatu (kalau dapat dilihat dari sisi lain). Bila terasa terabaikan, padahal sudah berusaha mencari cara agar menjadi fokus utama, tapi tidak bisa karna pilihan fokusnya tergantung pada dirinya bukan diri kita. Bukankah itu sudah cukup menunjukkan kualitasnya akan fokus pada sesuatu, hingga dirinya tidak terasa keberadaannya?

Lain dulu lain sekarang… Tiap manusia  tidak akan pernah luput dari yang namanya kesalahan. Apapun itu, sebuah kesalahan terjadi akibat dirinya sendiri. Berbuat salah bukan berarti orang itu selalu salah, justru dia sudah berani mengambil jalannya (walau tanpa disadari jalannya salah), setidaknya dia mengetahui langsung dari pengalamannya dari kesalahan tersebut, sehingga seharusnya dikemudian hari tidak salah lagi. Lalu bagaimana dengan nasib orang yang slama itu tidak pernah terlihat, tidak terperhatikan? Mungkin ada saatnya orang yang melakukan kesalahan sebelumnya, baru tersadarkan setelah pengalamannya membukakan mata hati dan pikirannya. Apakah mungkin yang sebelumnya tidak pernah menjadi fokus utama, sekarang justru terbalik menjadi fokus utamanya? “Why not?” Mungkin itu jawaban pada umumnya. Tapi jika dipertanyakan diputar kembali apakah yang sebelumnya bukan apa-apa, tapi kini menjadi suatu fokus bagi seseorang, apakah posisi dia masih sama pada saat dulu tidak terlihat tapi tetap memperhatikan? Atau mungkin perubahan juga terjadi padanya sehingga kondisinya menjadi tertolak belakang? Jawabannya hanya ada pada diri tiap orang yang mengalaminya.

Teringat dari kutipan seorang teman “kangen terhadap seseorang tidak akan terjadi jika kita tidak merasa kehilangannya”. Antara hati dan pikiran pasti bergelut membaca kutipan itu. Masa iya rasa kangen itu muncul karna harus kehilangan seseorang terlebih dahulu? Lalu bagaimana dengan nasib pasangan yang kondisinya aman-aman saja tapi selalu saling merindukan? Apakah mereka merasa kehilangan? Padahal hubungan mereka tidak terjadi kerusakan… Entahlah, mungkin jika dipandang dari berbagai sudut akan menghasilkan makna yang berbeda pula. Akan tetapi dari cerita sebelumnya diatas tadi, jika memang kondisi yang terjadi bertolak belakang dari kondisi di awal, jika dihubungkan dengan kutipan diatas, jika kangen karna ada sesuatu yang hilang, itu bisa  saja. Karna kondisi bertolak belakang tadilah yang membuat seseorang merasa kehilangan, dimana kesadarannya sudah terlambat saat kesabaran orang sudah pada ujungnya. Sedih memang, tapi begitulah keadaan seolah-olah menjadi terbalik dari yang dulu hingga sekarang. Gak ada yang bisa disalahkan jika sudah seperti ini, hanya hati yang putih yang dapat mengatasinya dan semoga apa yang menjadi bertolak belakang dari dlu hingga kini menjadi pelajaran dikemudian hari atau bahkan mungkin kondisi menjadikan sesama pelajaran secara bergatian hingga ada saatnya dimana dititik putaran, dipertemukan disatu kondisi yang sudah saling memahami satu sama lain… 

Iklan
Categories: aku, berbagi, cerita | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar